Sabtu, 11 April 2020

TRADE OFF ANTARA PENGANGGURAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI


TRADE OFF ANTARA PENGANGGURAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI













DOSEN PENGAMPU: MULYONO SE.MM
DISUSUN OLEH :
1.LAILY ANA ITIKAVIYA (E2B019342)
2.NILA SA’ADAH             (E2B019375)





PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG 2020



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karna berkat rahmat dan karunia-Nya Makalah Trade Off Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi ini dapat diselesaikan tepat waktu.

Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan Makalah ini. Kami menyadari di dalam Makalah Trade Off Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi ini jauh dari kata sempurna.

Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Akhir kata kami mengharapkan Makalah Trade Off Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Semarang,10 April 2020

Penulis


















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................... ii
DAFTAR ISI....................................................iii
BAB I  PENDAHULUAN..................................1
A.Latar Belakang...........................................1
B.Rumusan Masalah.....................................1
C.Tujuan.........................................................1
BAB II  PEMBAHASAN..................................2
1.1 KONSEP PENGANGGURAN....................2
1.2 KONSEP PERTUMBUHAN EKONOMI.....3
1.3 PENGARUH PENGANGGURAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI..........................5
BAB III    PENUTUP......................................10
KESIMPULAN..............................................10
SARAN........................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA......................................11

















BAB I  PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
    Gambaran secara menyeluruh dari kondisi perekonomian dapat diperoleh dengan mengukur  tingkat pertumbuhan ekonominya yang kita kenal dengan konsep Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagai salah satu indikator makro ekonomi. Dalam konsep penghitungan PDRB, yang dihitung adalah nilai bruto dari seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh semua unit ekonomi dalam wilayah yang diukur. Salah satu aspek untuk melihat kinerja perekonomian adalah seberapa efektif penggunaan sumber-sumber daya yang ada sehingga lapangan pekerjaan merupakan concern dari pembuat kebijakan. Angkatan kerja merupakan jumlah total dari pekerja dan pengangguran, sedangkan pengangguran merupakan persentase angkatan kerja yang menganggur. Pertumbuhan ekonomi dan pengangguran memiliki hubungan yang erat karena penduduk yang bekerja berkontribusi dalam menghasilkan barang dan jasa sedangkan pengangguran tidak memberikan kontribusi.semakin tinggi tingkat pengangguran, semakin rendah tingkat pertumbuhan ekonomi.

B.Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian  Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi ?
1. Bagaimana pengaruh pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia ?

C.Tujuan
1.Menganalisis pengaruh pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia











BAB II  PEMBAHASAN

KONSEP PENGANGGURAN
Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Tiap negara dapat memberikan definisi yang berbeda mengenai definisi pengangguran.Nanga (2005: 249) mendefinisikan pengangguran adalah suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam kategori angkatan kerja tidak memiliki pekerjaan dan secara aktif tidak sedang mencari pekerjaan. Dalam sensus penduduk 2001 mendefinisikan pengangguran sebagai orang yang tidak bekerja sama sekali atau bekerja kurang dari dua hari selama seminggu sebelum pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan (BPS, 2001: 8)

Jenis Jenis penggangguran


  • pengangguran Friksional

Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi antara pencari kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan. Para penganggur ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh pekerjaan, tetapi karena sedang mencari pekerjaan lain yang lebih baik

  • Pengangguran Silikal

Pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan-perubahan dalam tingkat kegiatan perekonomian


  • Pengangguran Struktual

Pengangguran struktural adalah pengangguran yang akibatkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi. Tidak semua industri dan perusahaan dalam perekonomian akan terus berkembang maju sebagian akan mengalami kemunduran


  • pengangguran Teknologi

Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang ditimbulkan oleh penggunaan mesin dan kemajuan teknologi lainnya. Contohnya racun rumput telah mengurangi penggunaan tenaga kerja untuk membersihkan perkebunan, sawah dan lahan pertanian lainnya.

Pengangguran dapat juga dikelompokkan menurut ciri pengangguran yang berlaku. Menurut cara ini terdapat 4 jenis pengangguran yaitu:


  • Pengangguran Terbuka

Pengangguran terbuka adalah pengangguran yang terjadi karena pertambahan lowongan pekerjaan lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. Akibatnya dalam perekonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan.

  • Pengangguran Tersembunyi

Pengangguran tersembunyi adalah pengangguran yang terjadi karena terlalu banyaknya tenaga kerja untuk satu unit pekerjaan, padahal dengan mengurangi tenaga kerja sampai jumlah tertentu tidak akan mengurangi jumlah produksi.


  • Pengangguran Musiman

Pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi pada waktu-waktu tertentu di dalam satu tahun. Bentuk pengangguran terutama terjadi di sektor pertanian dan perikanan


  • Pengangguran Setengah Menganggur

Kelebihan penduduk di sektor pertanian di negara-negara berkembang disertai pertambahan penduduknya yang cepat telah menimbulkan percepatan dalam proses urbanisasi.

KONSEP PERTUMBUHAN EKONOMI

Pertumbuhan ekonomi (Economic Growth) adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. Perkembangan kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor-faktor produksi pada umumnya tidak selalu diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya.
Prof. Simon Kuznets mendefinisikan pertumbuhan ekonomi itu adalah kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin banyak barang barang ekonomi kepada penduduknya

indikator yang digunakan untuk menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi yaitu :

1. Produk Domestik Bruto (PDB),yaitu nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara tersebut dan negara asing.
2. Produk Nasional Bruto (PNB), yaitu nilai barang dan jasa yang dihitung hanyalah barang dan jasa yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh warga negara dari negara yang pendapatan nasionalnya dihitung





Teori-Teori Pertumbuhan Ekonomi


  • Teori Pertumbuhan Klasik

Menurut pandangan ahli-ahli ekonomi Klasik ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu jumlah penduduk, jumlah stock barang-barang modal, luas tanah, dan kekayaan alam, serta tingkat teknologi yang digunakan


  • Teori Schumpeter

Teori Schumpeter menekankan tentang pentingnya peranan pengusaha di dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi. Dalam teori ini ditunjukkan bahwa para pengusaha merupakan golongan yang akan terus menerus membuat pembaharuan atau inovasi dalam kegiatan ekonomi. Inovasi tersebut meliputi : memperkenalkan barang baru, mempertinggi efisien cara memproduksi dalam menghasilkan sesuatu barang, memperluas pasar suatu barang ke pasaran yang baru, mengembangkan sumber bahan mentah yang baru dan mengadakan perubahan dalam organisasi dengan tujuan mempertinggi efisiensi kegiatan perusahaan. Berbagai kegiatan inovasi ini akan memerlukan investasi baru


  • Teori Harrod-Domar

Teori Harrod-Donar dalam analisisnya bertujuan menerangkan syarat yang harus dipenuhi supaya suatu perekonomian dapat mencapai pertumbuhan yang teguh atau steady growth dalam jangka panjang. Teori ini beranggapan bahwa modal harus dipakai secara efektif, karena pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh peranan pembentukan modal tersebut.


  • Teori Pertumbuhan Neo Klasik

Abramovits dan Solow dalan teori pertumbuhan Neo Klasik mengemukakan bahwa faktor terpenting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi bukanlah pertambahan modal dan pertambahan tenaga kerja. Faktor yang paling penting adalah kemajuan teknologi dan pertambahan kemahiran dan kepakaran tenaga kerja. ( Sadono Sukirno ; 433 )

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi

- Faktor Sumber Daya Manusia
- Faktor Sumber Daya Alam
- Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Faktor-faktor yang menghambat pertumbuhan ekonomi

- Korupsi
Korupsi akan mempersulit pembangunan karena akan membuat kekacauan dan ketidakefisienan  dalam pembelanjaan.

- Laju inflasi
Inflasi akan berdampak pada menurunnya indeks kepercayaan konsumen karena masyarakat cenderung mengurangi belanja karena berhati-hati terhadap resiko kenaikkan harga tinggi.

- Tingkat suku bunga
Tingkat suku bungan akan mempengaruhi investasi.

- Kenaikkan harga bahan bakar minyak
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional karena dampak kebijakan tersebut menimbulkan "multiplayer effect" menyeluruh terhadap perekonomian.

- Situasi keamanan yang tidak kondusif
Ada beberapa pandangan untuk menciptakan kondisi ekonomi yang kokoh dibutuhkan stabilitas politik dan keamanan. Investor yang pada saat ini dianggap sebagai salah satu yang berperan dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak akan mau menanamkan modalnya (investasi jangka pendek maupun jangka panjang) jika keamanan tidak stabil

PENGARUH PENGANGGURAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI

Jumlah  angkatan kerja pada Februari 2019 sebanyak 136,18 juta orang,naik 2,24 juta
orang dibanding Februari 2018. Sejalan dengan naiknya jumlah angkatan kerja,Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat sebesar 0,12 persen poin. Dalam setahun terakhir,pengangguran berkurang 50 ribu orang,sejalan dengan TPT yang turun menjadi 5,01 persen pada Februari 2019.
Perekonomian Indonesia tahun 2019 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp15 833,9 triliun dan PDB Perkapita mencapai Rp59,1 Juta atau US$4 174,9.Ekonomi Indonesia tahun 2019 tumbuh 5,02 persen, lebih rendah dibanding capaian tahun 2018 sebesar 5,17 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 10,55 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 10,62 persen.



Pengangguran sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara,


penyebab Ekonomi Melambat

Perlambatan ekonomi tidak semata-mata dipengaruhi oleh resesi global. Ada faktor-faktor yang lebih spesifik di dalamnya, antara lain:


  • Pertumbuhan produktivitas melambat

Penyebab pertama ini jelas membawa dampak buruk bagi perekonomian secara keseluruhan. Jika produktivitas semakin melambat, maka standar hidup masyarakat juga semakin sulit untuk meningkat. Gaji yang didapatkan tidak setara dengan jam kerja yang dihabiskan. Namun paha ahli memprediksikan hal ini tidak mudah terjadi di suatu negara.


  • Angka pengangguran tinggi

Angka pengangguran sudah sejak lama dijadikan indikator pertumbuhan ekonomi. Terlebih lagi di negara-negara yang tidak menjamin hidup pengangguran, peristiwa ini tentu sangat merugikan. Oleh karena itu negara perlu memudahkan pembukaan lapangan pekerjaan untuk mengurangi jumlah pengangguran secara signifikan.


  • Pertumbuhan populasi melambat

Pertumbuhan populasi yang melambat dapat diindikasikan dari rendahnya angka kelahiran pada sebuah negara. Apabila angka kelahiran rendah, maka jumlah penduduk semakin sedikit, berdampak pada melimpahnya modal di negara tersebut. Akibatnya negara tidak memiliki banyak masalah untuk diselesaikan sehingga pertumbuhan ekonomi mereka relatif lambat.


  • PHK dan pengurangan jam kerja

Sedikit mirip dengan poin kedua, namun berbeda. Penurunan jam kerja dapat dilihat dari banyaknya pekerja yang mengambil cuti dan liburan sehingga produktivitas mereka menurun. Selain itu, PHK yang dilakukan perusahaan juga bisa berdampak pada peningkatan jumlah pengangguran yang menyebabkan ekonomi melambat.

Efek Ekonomi Melambat

Sebagai situasi yang kurang menguntungkan dalam perekonomian, ekonomi melambat jelas berdampak pada kehidupan negara dan masyarakat di dalamnya. Berikut beberapa dampak yang disebabkan oleh ekonomi melambat.


  • Peningkatan jumlah pengangguran

Penganggurang bisa menyebabkan ekonomi melambat, namun pada saat yang sama juga bisa terjadi karena ekonomi yang melambat. Penerapan teknologi baru oleh perusahaan mungkin akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam waktu singkat. Namun jika pertumbuhan tersebut tidak mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi pengangguran karena teknologi, maka bisa disebut bahwa pertumbuhan ekonomi sangat lambat. Apabila hal ini terus terjadi, maka kecanggihan teknologi akan sulit mendorong pertumbuhan ekonomi.


  • Standar kehidupan masyarakat sulit naik

Tingginya angka pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi bahwa masyarakat sebuah negara hidup dengan layak. Meskipun kesenjangan sosial masih sangat kentara, namun jika standar kehidupan masyarakat semakin naik artinya jarak antara pendapatan absolut dalam masyarakat semakin memudar.
Dalam artian, masyarakat dari kelas yang lebih rendah bisa mendapatkan pelayanan yang setara dengan masyarakat kelas atas. Ini bisa terjadi karena pendapatan yang terus naik akibat pertumbuhan ekonomi yang positif.
Sebaliknya, jika ekonomi melambat maka pendapatan masyarakat akan stagnan, bahkan semakin menurun. Saat pendapatan mereka menurun, maka standar kehidupan mereka pun ikut menurun. Hal ini menyebabkan daya beli masyarakat rendah sehingga terjadi perlambatan pada pertumbuhan ekonomi.


  • Utang pemerintah semakin meningkat

Salah satu sumber pendapatan negara yang terbesar adalah penerimaan pajak. Namun dengan pertumbuhan ekonomi yang lambat, tentu penerimaan dari sektor pajak tidak dapat setinggi yang diharapkan. Artinya, pemerintah akan kekurangan dana untuk membiayai kehidupan masyarakat.
Ditambah dengan rendaha pertumbuhan populasi, maka pemerintah akan lebih banyak menanggung subsidi kesehatan bagi orang-orang tua. Untuk menutup semua biaya tersebut, meminjam uang atau utang kepada negara lain adalah solusi yang tidak dapat dihindari

Dampak Pengangguran terhadap  Perekonomian suatu Negara


  1. Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya. Hal ini terjadi karena pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). Oleh karena itu, kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat pun akan lebih rendah.
  2. Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sector pajak berkurang. Hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kegiatan perekonomian me-nurun  sehingga pendapatan masyarakat pun akan menurun. Dengan demikian, pajak yang harus dibayar dari masyarakat pun akan menurun. Jika penerimaan pajak menurun, dana untuk kegiatan ekonomi pemerintah juga akan berkurang sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus menurun
  3. Pengangguran tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi. Adanya pengangguran akan menyebabkan daya beli masyarakat akan berkurang sehingga permintaan terhadap barang-barang hasil produksi akan berkurang. Keadaan demikian tidak merangsang kalangan Investor (pengusaha) untuk melakukan perluasan atau pendirian industri baru. Dengan demikian tingkat investasi menurun sehingga pertumbuhan ekonomipun tidak akan terpacu.

Cara cara mengatasi pengangguran sesuai jenis jenisnya

 Cara Mengatasi Pengangguran Struktural
Untuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang digunakan adalah :
1. Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja
2. Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang kelebihan ke tempat dan sector ekonomi yang kekurangan
3. Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan (lowongan) kerja yang kosong, dan
4. Segera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran
Cara Mengatasi Pengangguran Friksional
Untuk mengatasi pengangguran secara umum antara lain dapat digunakan cara-cara sbb:
1.Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru, terutama yang bersifat padat karya
2. Deregulasi dan Debirokratisasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi baru
3. Menggalakkan pengembangan sector  Informal, seperti home indiustri
4. Menggalakkan program transmigrasi untuk me-nyerap tenaga kerja di sector agraris dan sector formal lainnya
5.Pembukaan proyek-proyek umum oleh pemerintah, seperti pembangunan jembatan, jalan raya, PLTU, PLTA, dan lain-lain sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari kalangan swasta.


Cara Mengatasi Pengangguran Musiman.
       Jenis pengangguran ini bisa diatasi dengan cara :
1. Pemberian informasi yang cepat jika ada lowongan kerja di sector lain, dan
2.  Melakukan pelatihan di bidang keterampilan lain untuk memanfaatkan waktu ketika menunggu musim tertentu.
 Cara mengatasi Pengangguran Siklus
      Untuk mengatasi pengangguran jenis ini adalah :
1. Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa, dan
2.  Meningkatkan daya beli Masyarakat




















BAB III    PENUTUP

KESIMPULAN

Pertumbuhan ekonomi dan pengangguran memiliki hubungan yang erat karena penduduk yang bekerja berkontribusi dalam menghasilkan barang dan jasa sedangkan pengangguran tidak memberikan kontribusi.semakin tinggi tingkat pengangguran, semakin rendah tingkat pertumbuhan ekonomi.
jika ekonomi melambat maka pendapatan masyarakat akan stagnan, bahkan semakin menurun. Saat pendapatan mereka menurun, maka standar kehidupan mereka pun ikut menurun. Hal ini menyebabkan daya beli masyarakat rendah sehingga terjadi perlambatan pada pertumbuhan ekonomi.
Pengangguran tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi. Adanya pengangguran akan menyebabkan daya beli masyarakat akan berkurang sehingga permintaan terhadap barang-barang hasil produksi akan berkurang. Keadaan demikian tidak merangsang kalangan Investor (pengusaha) untuk melakukan perluasan atau pendirian industri baru. Dengan demikian tingkat investasi menurun sehingga pertumbuhan ekonomipun tidak akan terpacu



SARAN

Penerapan teknologi baru oleh perusahaan mungkin akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam waktu singkat. Namun jika pertumbuhan tersebut tidak mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi pengangguran karena teknologi, maka bisa disebut bahwa pertumbuhan ekonomi sangat lambat. Apabila hal ini terus terjadi, maka kecanggihan teknologi akan sulit mendorong pertumbuhan ekonomi.













DAFTAR PUSTAKA

https://www.bi.go.id
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-pengangguran/
http://tugasleoespadamenejemen13unsri.blogspot.com/2015/01/makalah-pertumbuhan-ekonomi.html
https://www.bps.go.id/pressrelease/2019/11/05/1565/agustus-2019--tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-5-28-persen.html
https://www.bps.go.id/pressrelease/2020/02/05/1755/ekonomi-indonesia-2019-tumbuh-5-02-persen.html
http://ardra.biz/ekonomi/ekonomi-makro/pengaruh-pengangguran-terhadap-perekonomian-negara/
http://devinpratamasoftskill.blogspot.com/2011/11/dampak-dampak-pengangguran-terhadap.html
https://www.simulasikredit.com/apa-efek-ekonomi-melambat/

Jumat, 10 April 2020

ANALISIS POLA PERMINTAN DAN PENAWARAN KETERSEDIAAN DAGING SAPI NASIONAL TAHUN 2030 DENGAN PENDEKATAN FORECASTING



ANALISIS POLA PERMINTAN DAN PENAWARAN KETERSEDIAAN DAGING SAPI NASIONAL TAHUN 2030 DENGAN PENDEKATAN FORECASTING

Jurnal  :
http://journals.usm.ac.id/index.php/solusi/article/download/2104/1384

Review

Judul
POLA PERMINTAN DAN PENAWARAN KETERSEDIAAN DAGING SAPI NASIONAL TAHUN 2030 DENGAN PENDEKATAN FORECASTING

Jurnal
Majalah Ilmiah Solusi
Volume & Halaman
Vol.18, No 1
Tahun
Januari 2020
Penulis
Moeljono
Reviewer
Nila Saadah (E2B019375)
Tanggal
10 Januari 2020



Tujuan Penelitian
Mengetahui perbandingan antara permintaan dan penawaran daging sapi tahun 2010-2018. Menganalisis penawaran dan permintaan daging sapi 2030 berdasarkan analisis forecasting secara nasional. Mengetahui perbandingan antara permintaan dan penawaran daging sapi 2030 secara nasional.

Subjek Penelitian
Pemerintah dan Masyarakat
Metode Penelitian
Metode analisis deskriptif, metode analisis forecasting
Hasil Penelitian
(1) perbandingan antara penawaran dan permintaan daging sapi tahun 2010-2018 setaip tahunnya berbeda yaitu pada empat tahun pertama penawaran lebih besar dibanding permintaan, pada lima tahun terakhir, permintaan lebih besar dibanding penawaran
(2) penawaran dan permintaan daging sapi nasional tahun 2030 mengalami trend kenaikan dan perbandingan produksi dengan konsumsi daging sapi nasional 2030 menunjukkan rasio permintaan daging sapi lebih besar dibandingkan dengan penawaran daging sapi.
Kekuatan
Metode analisis forecasting menunjukkan bahwa sisi penawaran daging sapi tahun 2019-2030 mengalami peningkatan walaupun belum bisa memenuhi permintaan daging sapi dalam negeri, hal ini menunjukkan trend positif dan akan berhasil jika faktor yang lain mendukung

Kelemahan
Metode analisis forecasting adalah metode berkaitan peramalan dan variable sebab akibat untuk meramalkan permintaan. jadi bisa saja hasilnya berbeda dalam tindaakkan. Karena dalam keberhasilan  program swambeda daging sapi nasional bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kebijakan pemerintah,produksi daging sapi, dll.
Perbedaan dengan Rencana Penelitian
·         Dalam keberhasilan program swasembada daging sapi nasional harus didukung oleh beberapa elemen seperti kebijakan pemerintah  yang dapat menjamin permintaan daging sapi dengan meningkatkan posisi penawaran (produksi) daging sapi
·         Peternakan  harus meningkatkan produksi daging sapi untuk dapat mendukung ketersediaan daging sapi, sehingga tidak kalah saing dengan negara lain

TRADE OFF ANTARA PENGANGGURAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI

TRADE OFF ANTARA PENGANGGURAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DOSEN PENGAMPU: MULYONO SE.MM DISUSUN OLEH : 1.LAILY ANA ITIKAVIYA ...